Rabu, 03 Juni 2020

Business Plan


HALO!!!! Postingan saya kali ini, saya akan membahas mengenai Business Plan. Sebelum kita membahas lebih lanjut apa itu Business Plan, mari kita bahas dulu mengenai pengertian Business Plan.

Wait at least six months until you write a business plan


Pengertian Business Plan
Business Plan adalah pernyataan formal yang berisi tujuan berdirinya sebuah bisnis/usaha, alasan kenapa pendiri bisnis/usaha-nya tersebut yakin tujuan tersebut bisa tercapai, dan juga strategi atau rencana apa yang akan dijalankan bisa mencapai tujuan yang ditetapkan tadi.

Manfaat Business Plan
Terdapat beberapa manfaat atau fungsi business plan, berikut ini adalah manfaat business plan yang perlu diketahui pentingnya business plan bagi wirausaha:

1.      Untuk Mengawali Sebuah Bisnis atau Usaha
Bussiness plan berfungsi untuk merancang stategi dan rencana awal bisnis. Sebuah bisnis akan sulit berkembang apabila dijalankan tanpa rencana ataupun rancangan bisnis. Untuk itu sangatlah penting bagi seorang wira usaha untuk menyusun sebuah rencana bisnis agar bisnis yang ditekuni lebih terarah dan terorientasi dengan benar dan dapat mencapai kesuksesan.

2.      Untuk Mencari Sumber Dana
Rencana bisnis yang telah disusun bermanfaat untuk mendatangkan pihak ketika seperti investor, bank atau yang lainnya yang akan membantu bisnis yang dijalankan. Artinya, rencana bisnis yang sudah dibuat dapat menjadi semacam proposal atau pelengkap proposal yang akan membantu mendapatkan modal usaha.

3.      Membuat Bisnis Lebih Fokus dan Terarah
Seorang pebisnis perlu menyusun sebuah business plan atau rencana dan rancangan bisnis agar nantinya bisnis yang akan dijalankan akan lebih fokus dan terarah dalam menentukan jenis bisnis, modal, strategi bisnis serta jenis pemasaran yang akan digunakan.

4.      Memprediksi Masa Depan
Business plan juga dapat digunakan untuk memprediksi masa depan bisnis yang kan dijalankan. Sebab, saat menyusun rencana bisnis, maka akan terlihat gambaran jangka pendek, menengah dan panjang bagi bisnis yang akan dijalankan.

5.      Untuk Menaikkan Level Bisnis
Business plan juga dapat menaikkan level bisnis yang sedang dijalankan. Rencana dan rancangan bisnis yang disusun dengan baik akan membuat gairah tersendiri bagi pebisnis untuk menjalankan usaha mereka.

Prinsip Business Plan
Prinsip-prinsip dalam bussines plan ada lima, yaitu:

1.      Prinsip otonomi, adalah pengusaha atau pelaku usaha meiliki kebebasan dalam kegiatan usaha tersebut dengan tidak melanggar norma atau aturan yang berlaku.

2.      Prinsip Kejujuran, ialah jujur sangat penting dalam berbisnis atau berusaha, karena dengan jujur bisnis yang kita bangun akan berjalan sesuai rencana.

3.      Prinsip Keadilan, ialah dalam berbisnis ini kita harus mengaktualkan visi misi yang telah kita buat agar bisnis ini sesuai dengan rencana yang kita harapkan.

4.      Prinsip Saling Menguntungkan, ialah didalam berbisnis tidak hanya menguntungkan sebelah pihak, tetapi harus sama-sama saling menguntungkan. Dan menerapkan keadilan untuk langkah lebih tepat untuk mewujudkan dan menciptakan iklim persaingan yang sehat didalam pasar tersebut.

5.      Prinsip Integritas Moral, ialah seorang pengusaha bukan hanya mengambil keuntungannya saja, tetapi perusahaan itu harus memiliki media yang baik bagi masyarakat, bermanfaat bagi masyarakat dan berfikir yang baik bagi bisnis bagi perusahaan didalam dunia usaha tersebut.

Komponen Business Plan
1.      Ulasan Deskripsi Bisnis
Disini anda harus menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan. Tuliskan potensi produk anda saat ini dan kemungkinannya dimasa depan. Juga berikan informasi peluang pasarnya serta perkembangan produk untuk bisa bertahan dan menyesuaikan dengan pasar yang ada.

2.      Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang akan dijalankan haruslah merupakan hasil analisa pasar yang telah dilakukan dengan cermat. Analisa pasar adalah kekuatan yang harus anda gunakan untuk menciptakan target pembeli, anda harus memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan pasar sehingga target penjualan dapat ditentukan (kemana produk anda akan dipasarkan).

3.      Analisa Pesaing
Analisa Pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing anda dalam satu pasar yang sama. Setelah menemukan kekuatannya, kemudian mencari strategi untuk memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing. Anda juga harus mencari strategi untuk menghalangi pesaing masuk dan meniru strategi yang sama dengan anda. Demikian juga dengan kelemahan yang ditemukan, dapat dieksploitasi dengan mengembangkan produk yang lebih baik dari pesaing anda.

4.      Rencana Desain dan Pengembangan
Rencana desain dan pengembangan dperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan. Ini berguna untuk membuat rencana anggaran biaya produksi yang sesuai dengan kebutuhan.

5.      Rencana Operasional dan Manajemen
Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan dan berkelanjutan. Rencana operasional akan berfokus pada kebutuhan logistik perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

6.      Pembiayaan
Faktor pembiayaan menjadi unsur penting dalam sebuah rencana bisnis. Darimana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien namun tetap dapat mengoperasikan seluruh divisi dalam perusahaan agar berjalan lancar.

7.      Kesimpulan Usaha
Yang terakhir disusun adalah kesimpulan dari seluruh kerangka bisnis plan. Anda dapat menampilkan jadwal waktu tiap komponen diatas akan dilakukan, perkiraan waktunya dan hal-hal penting lainnya yang akan mendukung segala aktifitas dalam memulai usaha.



Demikian langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat Business Plan. Sekian. Terimakasih.

Kamis, 14 Mei 2020

Analisa Kelayakan Bisnis/Investasi


Definisi Analisa Kelayakan Bisnis
Suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan.tujuan utama dilakukan studi kelaykan bisnis ini tentunya yang akan berdiri bisa berjalan sesuai harapan baik dalam jangka pendek atau panjang.

Ada beberapa analisa investasi sebagai berikut:
1.      Payback Period
Pada payback period dapat mengetahui titik balik sebuah investasi atau biasa yang disebut dengan Break Event Point. Payback period dihitung dengan jumlah arus kas yang masuk sama dengan jumlah arus kas yang keluar. Biasanya metode ini digunakan hanya untuk memperoleh informasi tambahan.

2.      Benefit Cost Ratio
Metode ini digunakan untuk menentukan kelayakan dari sebuah proyek. Dan pada benefit cost ratio bisa juga digunakan pada tahap – tahap evaluasi saat awal perencaan investasi. Dijadikan analisis tambahan dalam memvalidasi hasil evaluasi yang sudah dilaukan pada metode lain.

3.      Net Present Value (NPV)
Metode ini merupakan selisih antara jumlah nilai yang sekarang dari investasi dengan jumlah nilai dari penerimaan uang kas secara bersih dimasa berikutnya. Diperlukan data – data tentang perkiraan biaya yang sedang direncanakan mengenai investasi.

4.      Internal Rate of Return (IRR)
Rumus IRR, Cara Menghitung Internal Rate of Return, Dan Contoh Soal
Metode ini menganalisa investasi dengan menghitung tingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi saat ini dengan nilai sekarang dari penerimaan arus kas yang akan datang. Kelebihan metode ini merupakan dasar dari perhitungan menggunakan aliran arus kas, tidak memiliki efek pada arus kas selama periode investasi dan masih banyak lainnya.

Contoh Perhitungan NPV :
Jika anda memiliki sebuah bisnis percetakan dan membutuhkan sebuah kamera digital untuk mendukung bisnis anda. Harga dari kamera tersebut adalah sebesar Rp.10 juta. Apakah membeli kamera tersebut mendatangkan keuntungan ataukah tidak?

Jika kita memperkirakan alih-alih membeli kamera, dan jika Rp10 juta didepositokan, kita akan mendapatkan bunga sekitar 5% per tahun, maka kita akan menggunakan tingkat bunga yang sama untuk menghitung NPV. Sehingga dengan n adalah tiga tahun maka perhitungan NPV dapat kita hitung menggunakan rumus berikut :

P / (1 + i)t
Dimana P adalah perkiraan jumlah arus kas yang didapatkan setelah pembelian kamera.

Misalkan:
Pada tahun 1 = 5 juta /(1+0,05)^1 = 4.761.905
Pada tahun 2 = 4 juta /(1+0,05)^2 = 3.628.118
Pada tahun 3 = 3 juta /(1+0,05)^3 = 2.591.513

Sehingga proyeksi NPV menjadi :
Rp (4.761.905 + 3.628.118 + 2.591.513) – Rp.10.000.000
= Rp. 10.981.536 – Rp.10.000.000
= Rp.981.536

Karena Proyeksi NPV selama tiga tahun mendatangkan keuntungan sekitar Rp.981.536 maka pembelian kamera dapat dipertimbangkan karena menunjukkan NPV yang > dari nol.


Video Cara Perhitungan Investasi dengan NPV:




Kamis, 07 Mei 2020

Manajemen Keuangan


Pengertian Manajemen Keuangan Adalah | Konsep dan Aplikasi |
HALO!!!! Postingan saya kali ini akan membahas mengenai Manajemen Keuangan. Sebelum kita membahas lebih lanjut apa itu Manajemen Keuangan, mari kita bahas dulu mengenai pengertian Manajemen Keuangan .

Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan.
Definisi keuangan menurut para ahli, salah satunya yaitu S.C. Kuchal mengatakan "Manajemen keuangan berkaitan dengan pengadaan dana dan pemanfaatannya yang efektif dalam bisnis". Pemanfaatan yang efektif dapat digaris bawahi. diharapkan tidak gegabah dalam mengelola keuangan.

Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.

Ada beberapa kegiatan utama dalam manajemen keuangan dalam perusahaan, yaitu:

Memperoleh Dana
Dialam manajemen keuangan aspek pertama yang diperhatikan yaitu sumber dana. Sumber dana yang diperoleh dapat dijadikan pertimbangan untuk permodalan perusahaan. Misalnya, modal tersebut diperoleh dari berbagai investor, maka harus diperhatikan pula berapa persen investor memberikan dana dan nantinya berapa persen pula yang akan diberikan kepada investor dari hasil bisnis.

Penggunaan Dana
Dalam manajemen keuangan penggunaan dana sangat amat diperhatikan agar tidak over atau under budget. Penggunaan data dapat dibuat dalam laporan keuangan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Dalam laporan digambarkan perubahan dari setiap elemen yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana. Biasanya penggunaan dana perusahaann untuk beberapa hal sebagai berikut.

Membayar kewajiban : membayar hutang yang telah jatuh tempo dengan tepat waktu agar tidak dikenakan biaya tambahan (denda)
Biaya operasional perusahaan : biaya ini dialokasikan untuk lancarnya kegiatan operasional perusahaan
Investasi : dana dapat diinvestasikan dalam bentuk aktiva tetap

Aliran Dana Perusahaan (Cashflow)
Ini merupakan siklus keuangan yang ada didalam perusaahan yang dimana memanfaatkan uang perusahaan untuk bisa mendatangkan sejumlah sumber bagi bisnis tersebut. Ada dua cashflow yang dapat dipahami sebagai berikut

Cash Inflow : merupakan segala bentuk keuangan yang masuk ke dalam perusahaan dan menjadi dana yang menambahkan asset perusahaan tersebut. Biasanya cash inflow meliputi hasil dari bisnis tersebut, pinjaman bank, bunga dari investasi dan beberapa modal tambahan yang didapatkan investor.

Cash outflow: dana yang dikeluarkan perusahaan. Biasanya untuk membeli kebutuhan pokok perusahaan dan untuk membayar gaji para perusahaan yang dilibatkan.

Kelola Keuangan
Manajemen Keuangan untuk Milenial, Penting Tidak, Sih?
Kita dapat mengatur keuangan pribadi dengan memahami dua konsep sederhana, yaitu pemasukan dan pengeluaran.
Penghasilan adalah jumlah uang yang anda peroleh seperti gaji bulanan, pendapatan usaha, pendapatan investasi, uang pensiun, uang sewa dan lain sebagainya. Sedangkan, pengeluaran adalah pembayaran produk atau jasa dengan penghasilan.

Keuangan pribadi terdiri atas berbagai topik, seperti kelola keuangan, catatan keuangan pribadi, dan mengelola pinjaman dengan bijak. Dengan memahami dasar-dasar kelola keuangan akan membuat Anda hidup dengan baik mulai hari ini dan membangun masa depan keuangan yang stabil.

Catatan Keuangan Pribadi
Sudahkah Anda membuat catatan keuangan pribadi Anda setiap bulannya? Jika belum, mulailah mencatat pendapatan bulan ini agar Anda dapat mengatur keuangan pribadi dengan baik. Rincian pendapatan ini berasal dari gaji sebagai seorang karyawan perusahaan atau pegawai negeri.

Anda juga harus mencatat jika mendapatkan pemasukan dari profesi lain atau usaha sampingan seperti freelancer, sopir taksi online, bisnis jualan online, guru les, bisnis sewa rumah dan sebagainya. Contohnya seperti dibawah ini:

Gaji sebagai karyawan :                                              Rp3.000.000
Upah sebagai sopir taksi online :                                 Rp5.000.000
Bisnis sewa kos (5 kamar x Rp500.000) :                   Rp2.500.000+
Total :                                                                         Rp10.500.000
Pemasukan Anda per bulan adalah Rp10.500.000

Mencatat Pengeluaran
Setelah Anda mencatat rincian pendapatan Anda, selanjutnya alokasikan pendapatan Anda ke anggaran pengeluaran, seperti dibawah ini:

Sedekah
Dengan bersedekah, seseorang tidak akan jatuh miskin dan melarat. Justru semakin banyak bersedekah, semakin besar potensi rezeki seseorang akan berlimpah.

Sisihkan minimal 2,5% dari pendapatan per bulan Anda untuk bersedekah ke anak yatim piatu, fakir miskin, pengungsi, korban bencana alam, atau orang-orang yang sedang membutuhkan.

Kebutuhan Rutin
Setiap bulan, ada kebutuhan penting yang harus dipenuhi secara rutin, seperti membeli kebutuhan dapur, membeli keperluan mandi, membayar listrik dan air, dan lain sebagainya. Setidaknya 50% dari pendapatan bulanan harus disisihkan untuk kebutuhan rutin ini.

Tabungan
Tabungan adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki dan dipersiapkan bagi semua orang tanpa terkecuali, karena dapat digunakan untuk berbagai hal seperti membeli rumah, membayar keperluan tak terduga, musibah dan lain-lain. Pendapatan yang harus disisihkan untuk tabungan minimal 10%.

Asuransi
Sejatinya, asuransi memberi perlindungan dan menjamin kehidupan dan aset Anda. Biaya polis asuransi yang Anda bayarkan ke perusahaan asuransi kelak akan bermanfaat bagi kehidupan dan aset Anda. Sehingga ketika peristiwa buruk terjadi, keluarga yang Anda tinggalkan tidak perlu lagi pusing memikirkan peristiwa buruk yang menimpa Anda. Sisihkan minimal 5% dari pendapatan Anda untuk premi asuransi.

Investasi
Apabila Tuhan berkenan memberikan umur yang panjang, Anda dapat menikmati kesuksesan finansial Anda ketika memiliki investasi. Oleh karena itu, alokasikan 12,5% pendapatan anda untuk investasi di berbagai sektor, seperti properti, bursa efek, P2P, forex, reksadana, atau lainnya. Dana investasi juga dapat digunakan untuk menyiasati mahalnya biaya pendidikan anak atau untuk mempersiapkan dana pensiun Anda di masa depan.

Biaya Entertainment atau Liburan
Tidak dapat dimungkiri, stres dapat dialami oleh setiap orang. Jika dibiarkan berlarut-larut, stres akan berubah menjadi depresi bahkan menimbulkan penyakit kronis seperti penyakit jantung. Karenanya, Anda perlu menyiapkan bujet khusus untuk entertainment atau liburan guna melepaskan stress. Kumpulkan dana sekitar 10% untuk keperluan entertainment atau liburan ini.

Dana Darurat
Hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi. Jangan sampai pengeluaran yang tidak terduga seperti membeli kado pernikahan untuk keluarga atau teman, membeli obat, syukuran dan lain sebagainya membuat rencana keuangan Anda berantakan. Oleh sebab itu, Anda wajib menyisihkan 10% dari pendapatan Anda untuk keadaan darurat ini. Namun, jika dalam sebulan Anda tidak mengalami hal-hal tak terduga atau harus membayar keperluan tersebut, sebaiknya dana darurat ini Anda simpan di tabungan untuk persiapan di kemudian hari.

Demikian langkah-langkah yang harus dilakukan untuk me-manage keuangan Anda. Mulailah mengatur keuangan Anda dari sekarang agar dapat sukses secara finansial di kemudian hari. Sekian. Terimakasih.

Rabu, 15 April 2020

Business Model Canvas


HALO!!!! Postingan saya kali ini akan membahas mengenai Business Model Canvas. Sebelum kita membahas lebih lanjut apa itu Business Model Canvas (BMC), mari kita bahas dulu mengenai business model.
Business model sebenarnya adalah frame dari sebuah rencana bisnis dengan memikirkan bagaimana perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau pendapatan dengan memperhitungkan semua komponen bisnis. Pengertian sederhananya adalah bagaimana perusahaan akan menghasilkan uang. Itulah yang harus dipikirkan!

Business Model Canvas (BMC) ialah suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Model ini digunakan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal

BMC dapat digunakan untuk semua lini bisnis tanpa terbatas sektor usahanya. BMC sangat membantu untuk mempercepat proses analisis kekuatan dan kekurangan bisnis. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan, maka analisis kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan cepat.

9 Elemen dalam 9 Building Blocks adalah:
1.      Customer Segments: Siapakah pelanggan kita? Apa yang mereka pikirkan, rasakan, lihat dan lakukan terhadap produk kita?

2.      Value Propositions: Apa yang menarik tentang proposisi nilai? Mengapa pelanggan membeli dan menggunakan produk kita?

3.      Channels: Bagaimana value ini dipromosikan, dijual, dan disampaikan. Apakah channels yang kita pakai selama ini bekerja dengan baik untuk menghasilkan uang ?

4.      Customer Relationships: Bagaimana Anda berinteraksi dengan pelanggan melalui pengalaman mereka terhadap produk Anda selama ini ?

5.      Revenue Streams: Bagaimana bisnis memperoleh penghasilan dari proposisi nilai ?

6.      Key Activities: Apakah strategi unik yang harus dimiliki perusahaan untuk dapat bersaing? Apa saja kegiatan yang harus dilakukan perusahaan?

7.      Key Resources: Apa aset unik yang strategis yang harus dimiliki perusahaan agar dapat bersaing?

8.      Key Partnerships: Siapa saja partner bisnis yang perlu digandeng agar bisnis berjalan baik? Partnership mana yang tidak diperlukan agar perusahaan dapat fokus pada partnership yang utama.

9.      Cost Structure: Apakah cost bisnis yang paling utama? Bagaimana cost terkait dengan pendapatan?

Contoh dari Bussines Model Canvas makanan:

Secara garis besar, perusahaan dapat memilih apakah ingin menjadi cost-driven (mengutamakan penekanan biaya) atau value-driven (mengutamakan keunggulan produk). Cost Structure dapat memiliki beberapa karakteristik, seperti fixed cost, variable cost, economies of scale, economies of scope.
Sembilan hal ini perlu dijawab baik oleh bisnis perorangan maupun bisnis yang sudah berjalan. Semoga tidak ada yang terlewat untuk dipikirkan menuju bisnis yang lebih mengutungkan!

Baik itu saja yang bisa saya sampaikan, apabila ada kata kata yang kurang baik mohon maaf sebesar-besarnya dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih.

Selasa, 07 April 2020

Prdouk dan Penentuan Harga Jual

Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari pasti manusia membutuhkan produk, yang mana beberapa produk tersebut merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk bisa memenuhinya dalam kehidupan, sebagai contohnya kebutuhan primer seperti makanan.

A.     Pengertian Produk
Secara umum definisi Produk adalah hasil jadi dari sebuah proses yang dilakukan oleh pembuat atau produsen yang kemudian akan didistribusikan kepada pembeli atau konsumen sesuai yang dibutuhkannya. Dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat juga akan memilih, membeli produk yang harganya relatif murah dan bisa dijangkau sesuai kemampuannya. Dalam hal ini tentu pilihan produk-produk yang menyebar dimasyarakat luas sangatlah banyak dan sebagian besar diantaranya merupakan produk-produk yang riil.

B.      Menentukan Harga Jual produk
Strategi Penetapan Harga : Cara Menentukan Harga Jual
Menjalankan sebuah bisnis jual-beli tidak akan terlepas dari permasalahan harga. Harga memegang peranan penting dalam terjadinya kesepakatan jual-beli dari produsen ke tangan konsumen. Melalui penetapan harga, akan terlihat posisi kelayakan produk dari nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, dengan permasalahan ini perusahaan biasanya mengadakan penetapan harga yang disepakati sebelum barang beredar di pasaran. Secara umum, terdapat 4 metode untuk menentukan harga yaitu, metode penetapan harga berbasis permintaan, berbasis biaya, berbasis laba dan berbasis persaingan.

1.      Berbasis Permintaan
Suatu metode yang menekankan pada berbagai faktor yang memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli, manfaat yang diberikan produk dan perilaku konsumen secara umum.

2.      Berbasis Biaya
Faktor penetapan yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya dan bukan aspek permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan juga laba/rugi.

3.      Berbasis Laba
Penetapan yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (berdasarkan target keuntungan), target return on sales pricing (berdasarkan penjualan) dan target return on investment pricing sebuah perusahaan.

4.      Berbasis Persaingan
Penetapan yang dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen, menyamakan harga agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih tinggi dari pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki kualitas lebih baik.

Untuk meningkatkan kesuksesan bisnis anda, ketahuilah beberapa strategi dalam penentuan harga jual berikut pembahasannya :

1.      Mengikuti Harga Yang disarankan Perusahaan
Ini merupakan strategi penentuan harga jual mengikuti saran saran pabrik/perusahann kepada pelanggan anda, sebagian perusahaan menyarankan seperti harga jual seperti ini untuk menciptakan standarisasi harga terhadap produk tersebut.

2.      Keystone Pricing
Ini merupakan teknik menentukan harga yang sering dilakukan oleh para retailer yaitu hanya dengan menggandakan dari harga pokok untuk menentukan harga jual. Teknik ini tidak bisa diterapkan untuk semua jenis produk, karena tidak semua produk bisa anda jual dengan harga setinggi itu sebelum menggunakan teknik keystone fikirkan terlebih dahulu apakan harga ganda tersebut masuk akan untuk produk tersebut? Memang dengan menggunakan teknik ini anda dengan mudah dapat menentukan harga jual, namun tidak bisa dipraktekkan untuk semua produk.

3.      Harga Diskon
Costumer sangat tertarik dengan potongan harga, salah satu strategi penentuan harga jual yaitu dengan memberi beberapa potongan harga, hal ini juga merupakan salah satu taktik dalam mensukseskan bisnis anda. Namun juga tetap harus mempelajari cara menentukan harga diskon agar tetap memberi keuntungan.

4.      Harga Unik
Penjual sering kali menentukan harga jual dengan angka akhir yang lumayan unik seperti angka 9, 5 atau 7. Dan ternyata penggunaan angka akhir ini seperti memberikan keuntungan tersendiri bagi penjual, bila sebuah produk yang sama memiliki harga Rp. 1000 dan Rp. 950 maka anda tentu tau harga mana yang dipilih costumer bukan?

5.      Menjual Murah
Anda dapat menentukan harga jual produk dengan memperhatikan harga jual dari pesaing anda, maka untuk menarik perhatian pelanggan maka anda dapat menjual sedikit lebih murah dari mereka. Namun pertimbangkan juga keuntungannya anda nantinya, jangan menjual terlalu murah.

Itulah 5 strategi penentuan harga jual yang dapat menjadi acuan anda dalam menentukan harga jual suatu produk, tentukan harga jual produk anda dengan baik, karena akan berdampak pada untung rugi bisnis anda. Semakin baik penentuan harga jual maka diharapkan akan berbanding lurus dengan keuntungan yang didaptkan.

Selasa, 31 Maret 2020

Aspek Pemasaran Dalam Berwirausaha

Strategi Pemasaran 4P | Bogasari


Aspek pemasaran adalah faktor penting yang dijadikan kunci keberhasilan bagi perusahaan dalam memetakan suatu pasar. Dengan mengenali aspek tersebut, seseorang dapat melakukan studi kelayakan bisnis sehingga ia dapat menganalisa bisnis tersebut layak atau tidak untuk direalisasikan. Selain itu, dengan mengenali aspek tersebut seseorang juga dapat menganalisa kebutuhan pasar sehingga strategi pemasaran berjalan dengan sukses.

Dari apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, aspek marketing merupakan hal penting untuk diketahui. Inilah 4 aspek marketing yang penting diketahui sebelum memulai usaha.




1.Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah pembagian segmen suatu pasar berdasarkan pembeli. Pada umumnya, demografi, tingkat penghasilan, psikografis, dan kelas sosial menjadi dasar dalam melakukan segmentasi. Dengan melakukan segmentasi pasar, seseorang dapat meraih laba maksimum dan strategi pemasaran akan berjalan dengan lancar.

2.Analisa Pasar dan Peramalan Permintaan
Analisa pasar merupakan hal yang cukup penting. Analisa ini akan membuat aktivitas pemasaran semakin tepat sasaran. Selain itu, Anda juga dapat lebih memahami seperti apa situasi, jenis produk, keadaan, dan bentuk promosi yang akan Anda berikan kepada konsumen.

3.Analisa Pesaing
Analisa pesaing adalah salah satu hal yang cukup signifikan. Analisa ini menjadi penentu posisi produk kita dalam suatu pasar. Pesaing adalah perusahaan yang memproduksi atau memasarkan barang yang serupa atau tak jauh berbeda dengan produk kita. Kenali pesaing potensial dan pesaing umum Anda. Buatlah strategi pemasaran berdasarkan kekuatan serta kelemahan mereka. Dengan melakukan hal ini, Anda juga bisa melakukan identifikasi terhadap peluang, dan ancaman terhadap bisnis Anda.
4. Promosi
Promosi juga merupakan aspek marketing yang penting. Promosi adalah upaya dari penjual untuk menawarkan suatu produk kepada pembeli agar melakukan pembelian. Dalam melakukan promosi, Anda dapat memberikan informasi secara lengkap mengenai produk, serta menggunakan kata-kata dan aksi persuasif. Anda dapat melakukan iklan, personal selling atau pun cara-cara promosi lain.